Ayat Al-Qur'an

Tampilkan postingan dengan label SSI dan Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SSI dan Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

Teori Konflik

 Tabel Teori Konflik 

Karl Marx VS Lewis A. Coser

Konflik Lewis A. Coser

Konflik By Lewis A. Coser


Sejarah Awal

Lewis Alfred Coser adalah anak dari keluarga Yahudi borjuis , lahir 27 November 1913, di Berlin Jerman.Ia lahir dari pasangan Martin (seorang bankir) dan Margaret. Dia seorang yang anti kemapanan, sejak muda sudah bergabung dengan pergerakan sosialis. Setelah PD 2, ia mengajar di Universitas Chicago dan Universitas Brandeis, namun gelar Ph.D-nya didapat dari Universitas Columbia tahun 1968. Gelar guru besar dia dapat dari Universita Brandeis, dan di universitas itulah ia banyak berkiprah di bidang sosiologi. 1975 ia terpilih menjadi Presiden ASA (American Scoiological Assocation). Karya Couser yang sangat fenomenal adalah The Function of Social Conflict.

Teori Konflik Karl Marx

Teori Konflik Karl Marx


Sejarah Awal

Karl Marx adalah salah satu tokoh sosiologi yang lahir pada bulan Mei 1818 di Trier, Jerman. Ayahnya adalah seorang pengacara yang pindah agama dari Yahudi menjadi Kristen Protestan. Pemikiran Karl Marx berangkat dari filsafat Hegel, French, dan David Ricardo (filsafat ekonom klasik). Karl Marx ialah pendiri ideologi komunis dan juga merupakan seorang teoritikus besar kapitalisme. Selain ekonom, ia juga seorang philosopis, sosiologis, dan seorang revolusionir. Ia mendapat gelar Ph.D dalam filsafat pada tahun 1841 di Bonn, Berlin, dan Jena.

Kamis, 19 April 2012

Review Sistem Sosial Indonesia Dr. Nasikun

Review Sistem Sosial Indonesia Dr. Nasikun (bab 4-5)

 

 Partai  Politik 

dan  Faktor  Integrasi  Sosial

           
            Tulisan ini bertujuan untuk mereview bab berikutnya dari buku “Sistem Sosial Indonesia” yaitu bab 4 dan 5. Pada bab 4, penulis memahami partai politik sebagai efek kemerdekaan yang telah berhasil mengubah kelompok-kelompok semu menjadi berbagai kelompok kepentingan yang memiliki sifat khusus.

Review Sistem Sosial Indonesia Dr. Nasikun 1

bab 1-3

Polemik Konflik 

dan Integrasi Sosial


          Tulisan ini hanya mereview bab 1-3 dari buku berjudul “Sistem Sosial Indonesia” karangan Dr. Nasikun yang diterbitkan oleh PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. Pada bab 1, penulis menjabarkan polemik konflik dan integrasi sebagai suatu gejala sosial yang selalu melekat dalam kehidupan setiap masyarakat tidak terkecuali masyarakat Indonesia yang majemuk dan memiliki beragam pluralitas yang sering memicu terjadinya konflik. Dari kenyataan tersebut, penulis berusaha untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mengintegrasikan masyarakat Indonesia guna menghadapi konflik-konflik sosial yang bersifat laten (tiba-tiba terjadi).

Peran & Status Sosial

Peran & Status Sosial,  

Mana Yang Bisa Dipertukarkan ?


Untuk menjawab pertanyaan tersebut dimulai dengan memahami pengertian mengenai status sosial dan peran sosial terlebih dahulu. Mayor Polak, status sosial ialah kedudukan sosial seseorang dalam kelompok dan masyarakat.

Interaksi Sosial

PROSES SOSIAL (Interaksi Sosial)


Proses sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis dalam kehidupan bermasyarakat. Robert M.Z. Lawang, proses sosial ; proses dimana dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Gillin, proses sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis antar individu, individu-kelompok, antar kelompok. Adham Nasution, mendefinisikannya sebagai rangkaian human actions (sikap/tindakan manusia) yang merupakan aksi dan reaksi/challenge dan respons di dalam hubungannya satu sama lain.

Memahami Masyarakat

Bagaimana memahami 

masyarakat (society) ?


Pertanyaan tersebut memunculkan 2 kebingungan dalam benak saya. Pertama, apa yang dengan masyarakat ? Kedua, mengapa masyarakat perlu untuk dipahami ? Setelah membaca buku, saya menemukan beberapa pendapat para ahli untuk menjawab kebingungan tersebut. Abdulsyani menjelaskan istilah masyarakat berasal dari kata musyarak (Bahasa Arab) yang artinya bersama-sama. Selanjutnya, Abdulsyani mendefinisikan masyarakat secara lebih luas yakni kumpulan manusia yang berkumpul dan hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi yang kemudian membentuk kesepakatan.

Kesetaraan Hubungan

Jatuh Bangun Dalam Menggapai 

Equivalence Relations

Semua orang pastilah ingin membina suatu hubungan yang harmonis. Salah satu syarat untuk mewujudkannya yakni dengan adanya kesetaraan hubungan. Kesetaraan hubungan (Equivalence Relations) adalah keselarasan, keseimbangan antara individu yang satu dengan yang lain dalam suatu hubungan. Kesetaraan dalam hubungan diperlukan guna meminimalisir timbulnya konflik-konflik yang potensial menyebabkan disharmonis.