Ayat Al-Qur'an

Kamis, 19 April 2012

Memahami Masyarakat

Bagaimana memahami 

masyarakat (society) ?


Pertanyaan tersebut memunculkan 2 kebingungan dalam benak saya. Pertama, apa yang dengan masyarakat ? Kedua, mengapa masyarakat perlu untuk dipahami ? Setelah membaca buku, saya menemukan beberapa pendapat para ahli untuk menjawab kebingungan tersebut. Abdulsyani menjelaskan istilah masyarakat berasal dari kata musyarak (Bahasa Arab) yang artinya bersama-sama. Selanjutnya, Abdulsyani mendefinisikan masyarakat secara lebih luas yakni kumpulan manusia yang berkumpul dan hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi yang kemudian membentuk kesepakatan.

Sedangkan Ralph Linton mengartikan masyarakat adalah setiap kelompok masyarakat yang telah lama hidup bersama dan bekerjasama, sehingga dapat menggorganisasikan dirinya dan berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan dengan batas-batas tertentu. J.L. Gillin dan J.P. Gillin, masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Jadi, masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berhubungan, saling mempengaruhi, dan memiliki kesamaan kebiasaan dan kesadaran untuk hidup bersama dalam satu kesatuan dengan batas-batas tertentu.

Kemudian mengapa masyarakat perlu untuk dipahami ? Seperti yang dijelaskan oleh Abdulsyani bahwa masyarakat adalah kumpulan manusia yang berkumpul dan hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi yang kemudian membentuk kesepakatan. Karena saling berhubungan dan saling mempengaruhi itulah, manusia sebagai makhluk sosial memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesamanya. Sehingga, timbul keinginan untuk dipahami orang lain dan kewajiban untuk memahami orang lain.

Dengan memahami orang lain, maka akan meningkatkan pemahaman terhadap masyarakat, sehingga dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan anggota masyarakat yang lain. Hal tersebut dapat meningkatkan kepandaian dan kehati-hatian dalam bersikap sehingga tepat dalam ucapan dan perilaku agar tidak menimbulkan persepsi yang salah. Dan agar seseorang dapat dipahami dan diterima dengan baik sebagai anggota dalam suatu masyarakat.

Memahami masyarakat bukanlah hal yang mudah. Karena masyarakat terdiri dari banyak individu yang berbeda-beda, memiliki pemikiran yang berbeda pula, dan masalah yang kompleks. Jangankan memahami masyarakat, memahami tentang diri sendiri saja terkadang masih menjadi hal yang sulit bagi beberapa orang. Akan tetapi, ada cara untuk memahaminya yakni melalui Sosiologi.

Secara estimologis sosiologi berasal dari kata Latin socius (masyarakat) dan kata Yunani logos (berbicara). Sosiologi berarti berbicara tentang masyarakat, secara sederhana diartikan dengan ilmu masyarakat. Emile Durkheim, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fakta sosial dengan mengobservasi gejala-gejala sosial dalam masyarakat. Max Weber, sosiologi adalah ilmu yang berusaha memahami tindakan-tindakan sosial dengan cara menguraikan dan menerangkan sebab-sebab tindakan tersebut.

  Roucek dan Warren, sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok sosial. Dan Y.B.A.F. Mayor Polak, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yakni hubungan antar individu, individu-kelompok, dan antar kelompok. Jadi, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat dan hubungan-hubungan di dalamnya.

Sosiologi membantu memahami tentang masyarakat melalui keluarga sebagai miniatur dari masyarakat. Keluarga merupakan refeleksi dari masyarakat. Dalam keluarga, terdiri dari ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya dimana juga terdapat perbedaan sifat, sikap, keinginan yang sulit dipahami. Namun perlahan tapi pasti dengan rajin belajar dan intensitas kebersamaan yang cukup, kita akan mulai mengenali dan memahami sifat seseorang, apa yang disukai dan apa yang tidak disukai, sehingga dapat beradaptasi dengan lingkunagan kecil yang disebut keluarga.

Dengan memahami keluarga, maka dengan sendirinya meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri dan masyarakat. Menurut saya, dalam memahami diri sendiri dan masyarakat dapat dimulai dari sikap dan perilaku yang diaktualisasikan. Karena sikap dan perilaku yang diaktualisasikan tersebut mencerminkan kepribadian seseorang. Contohnya ; Dalam suatu masyarakat misalnya kelas S1 Adm. Negara 2011 mendapat kabar mengenai UTS salah satu mata kuliah secara mendadak pada hari tersebut. Ada beberapa reaksi dan sikap yang ditampakkan dari anggota masyarakat S1 Adm, Negara 2011 tersebut.

Sikap-sikap tersebut antara lain ; Sikap A, begitu mendengar kabar tersebut langsung panik dan marah-marah. Sikap B, menanggapinya dengan biasa-biasa saja karena nantinya saat ujian akan mengandalkan temannya. Sikap C menanggapinya dengan membuka dan membaca catatan, bila tidak punya catatan/tertinggal langsung memfotocopy catatan teman. Sebagian besar anggota masyarakat S1 Adm. Negara 2011 pada awalnya menunjukkan sikap A, setelah pikirannya dingin menunjukkan sikap C.

Penjelasan ; sikap A menampakkan kepribadian mudah panik dan pemarah, sikap B menampakkan kepribadian kerjasama dan tergantung pada orang lain. Sedangkan sikap C menampakkan kepribadian yang bertanggung jawab dan mudah menentukan keputusan. Dari sikap yang ditampakkan sebagian besar masyarakat S1 Adm. Negara dapat dipahami bahwa kepribadian masyarakat S1 Adm. Negara adalah mudah panik, fleksibel, dan gigih. Fleksibel karena dapat langsung bertanggung jawab dan menentukan keputusan. Ketika dihadapkan pada kesulitan menampakkan kepribadian yang gigih berjuang dengan cara apapun untuk dapat mengatasi kesulitan tersebut.
  
  Jadi, cara untuk memahami masyarakat yakni dengan menggunakan sosiologi terhadap sikap-sikap yang ditampakkan oleh mayoritas anggota masyarakat tersebut dalam menanggapi suatu masalah.


Daftar Pustaka :
Abdulsyani. 2007. Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta : PT. Bumi Aksara
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar